preloader

Cerita yang menggugah perasaan dan emosi selalu berasal dari kesederhaan kisah. Menyeruak hadir dalam kehidupan sehari-hari, mengejutkan, dan seringkali kita tidak menyadari gelombangnya.

Mey Sin adalah (sedikit) figur yang mempersembahkan hidupnya demi kemaslahatan hidup masyarakat disekelilingnya. Ia mendobrak kasta dengan tindakan yang lembut sebagai bentuk perjuangannya untuk memenangkan kemuliaan hidup banyak orang yang tersingkir.

Kisah yang inspiratif ini dapat membantu refleksi hidup kita, sudah sejauh manakah kita sudah berbagi kepada sesama?
*) endorsement saya yang tercantum dalam sebuah Novel dengan,

Judul : MEY SINPenulis : Saroyan Royan

Tebal : 220 HalamanPenerbit : Jaring Pena (Anggota IKAPI)

ISBN : 978-979-1490-86-3

Cetakan : Pertama, Juni 2009

By Effendi BP

DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman. Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah. Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca. Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata. Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata. Tagline: Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *