rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin.”
desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah
itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya.
masuk melalui pintu depan. Telinganya terangkat tinggi-tinggi. Ekornya
bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam
rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang
bergerak-gerak cepat.
Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan
senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia
berkata pada dirinya sendiri, “Tempat
ini sangat menyenangkan. Suatu saat saya akan kembali mengunjunginya sesering
mungkin.”
yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia
juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk
melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah
anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak
keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan.
pada dirinya sendiri, “Tempat
ini sungguh menakutkan, saya takkan pernah mau kembali ke sini lagi.”
gambaran pada kita tentang wajah yang ada di dunia ini, yang kita lihat adalah
cermin gambaran dan kesan dari wajah kita sendiri.
maka orang-orang yang kita temui akan tampak ramah, bahkan dunia pun akan tampak ramah… Tapi, apabila dunia
terasa suram, mungkin itu karena kesan wajah yang kita berikan adalah
menampilkan kemuraman. Itulah yang disebut dengan Hukum Timbal Balik
(resiprokal).
jumpai?
Wajah yang kita lihat itu sebenarnya
adalah gambaran wajah kita dimata orang lain …
