
SISIR YANG TERTINGGAL
NOVEL BUBAT
“Ketika cinta kerajaan dipaksa menjadi bukti taklukan, kehormatan berubah menjadi medan perang.”
SINOPSIS
Pada pertengahan abad ke-14, lamaran Raja Hayam Wuruk kepada Dyah Pitaloka seharusnya menjadi jembatan antara Majapahit dan Sunda. Namun, di balik perjalanan keluarga Keratuan Sunda menuju Wilwatikta, makna sebuah perkawinan perlahan bergeser: dari persekutuan menjadi tuntutan penyerahan.
Prabu Linggabuana datang membawa kehormatan, Gajah Mada membawa sumpah persatuan, dan Pitaloka membawa cinta yang tak bersedia berlutut di hadapan kuasa. Di antara mereka, para juru tulis, pelayan, prajurit, dan perempuan istana menyaksikan bagaimana perundingan, kesalahpahaman, serta ambisi menyeret dua kerajaan menuju Bubat.
Sesudah segala sorak perang padam, sebuah sisir tertinggal. Benda kecil itu melintasi tangan dan waktu, menyimpan jejak perempuan-perempuan yang menjaga ingatan ketika sejarah lebih suka mengabadikan nama para penguasa.
◆
Sebuah novel sejarah tentang cinta, kehormatan, dan kuasa—serta tentang ingatan yang bertahan lebih lama daripada kemenangan.
Mohon pendapat Teman-teman, Desain Cover yang mana yang bagus?
Berikan komentar ya…