preloader

Jakarta, Senayan. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Jaya kembali menggelar agenda rutin tahunannya mulai tanggal 28 Juni s/d 6 Juli 2008. Acara yang lebih dikenl dengan Pesta Buku Jakarta (PBJ) kali ini melibatkan berbagai penerbit dan stand terkemuka Jakarta dan dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menggelar pameran dan penjualan buku, berbagai acara pendukung dan hiburan juga diikut sertakan. Tema yang diusung pada pameran ke-18 kali ini adalah “Banjir Buku”. Rencananya, pameran akan dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Dr. Ing. H. Fauzi Bowo pukul 10.00 wib di ruang Anggrek Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.
Jakarta dikenal sering banjir, maka perlu adanya upaya untuk mengimbangi citra negatif tersebut dengan memberikan konotasi yang positif, Kali ini Jakarta tidak lagi banjir air, tetapi banjir buku” ujar Muharizal, selaku ketua pelaksana PBJ.

Ia juga menambahkan, “Pameran buku selalu menjadi ajang yang ditunggu kalangan perbukuan, karena tiga alasan. Pertama, penerbit bisa memamerkan seluruh koleksi terbaiknya yang belum tentu bisa didisplay di toko buku. Kedua, pengarang atau penulis selalu menjadikan ajang ini sebagai berntuk pertanggungjawaban atas hasil karyanya, dan Ketiga, pembaca bisa mendapatkan buku-buku yang diminatinya.. Ia juga menambahkan, “Kegiatan Pesta Buku Jakarta kegiatan hanyalah salah satu langkah dalam pengembangan minat baca masyarakat Indonesia.”

Menurutnya pameran kali ini adalah pameran buku yang terbesar dalam dan terlengkap, karena diikuti oleh 242 penerbit dan 186 stand dari berbagai penerbit buku dan perusahaan seperti Penerbit Dian Rakyat, Elex Media Komputindo, Erlangga, Balai Pustaka, Gramedia Pustaka Utama, Java Books, Rajawali, Al-Huda dll. Buku-buku yang disediakan pun terdiri dari berbagai jenis dan kalangan. Tersedia pula buku-buku best seller dan buku-buku diskon hingga 70% . Bahkan, untuk guru dan siswa sekolah diberikan diskon tambahan 10% untuk buku-buku tertentu di stand bertanda khusus.

Kegiatan seperti pelatihan Speed Reading, bedah buku, berbagai seminar tentang perbukuan, aneka talkshow, aneka lomba untuk siswa sekolah, dan berbagai acara lainnya seperti demo masak, tari kreasi, musik akustik serta futsal antar siswa sekolah dasar dan penerbit pun ikut memeriahkan.

Acara ini merupakan rangkaian dari peringatan ke-481 Ulang Tahun Jakarta. Selain itu, “Salah satu alternatif bagi penikmat buku untuk memperoleh buku yang tidak tersedia di toko- toko buku, sekaligus untuk memperoleh diskon dan menikmati acara-acara yang menarik”
Uniknya, pameran ini juga diisi oleh satu stand pribadi milik Gubernur DKI Jakarta. Di stand tersebut dipamerkan buku koleksi pribadi Beliau yang telah berusia 130 tahun, yang dibeli sewaktu menjadi mahasiswa di Jerman, Sementara, untuk memudahkan pengunjung yang tidak membawa uang cash, panitia juga telah menyediakan pembayan dengan kartu kredit dan kartu debit yang dapat di temuai di area pameran.

“Agenda ini perlu terus dilakukan secara konsisten dan melibatan banyak pihak. kalau semua pihak -termasuk pemerintah- menyadari pentingnya buku dalam kehidupan sehari-hari, Indonesia akan bergerak menjadi bangsa yang besar. Sebab, sejarah membuktikan bangsa yang maju adalah bangsa yang punya minat baca yang tinggi, seperti Jepang dan Jerman.” Tutur Muhrizal lagi.

Informasi lebih lanjut:
• Soleh Isre hp 0815-6863531
• Neneng hp 0856-1061069
Atau www.pestabukujakarta.com.

By Effendi BP

DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman. Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah. Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca. Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata. Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata. Tagline: Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *