preloader

Judul : Marketing Revolution

Penulis : Tung Desem Waringin

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : I, Juli 2008

ISBN : 978-979-22-3551-7

Format : Hard Cover

Tebal : 320 Halaman, (18 x 25 x 2,1 cm)

Jenis : Nonfiksi/Manajemen, Bisnis, dan Investasi/Marketing dan Sales

Harga Normal: Rp 195.000

Marketing bagi sebagian orang adalah zona yang sangat menarik untuk digeluti, khususnya orang-orang yang punya impian bisa menikmati hidup sejahtera (kaya). Namun demikian, magnet marketing tidaklah mudah untuk didekati, banyak hal yang dipersyaratkan oleh para ahli di bidang ini yang bisa membuat sakit kepala, yang membuat orang jadi takut salah dalam mengambil tindakan, lalu malas, dan akhirnya gagal mewujudkan impiannya untuk menjadi kaya.

Buku Marketing Revolution yang ditulis oleh Tung Desem Waringin ini menawarkan ‘ilmu marketing jalanan’, sebagian orang mengatakan ‘ilmu awuran’ (agak ngawur) sebagaimana dikatakan sendiri oleh Tung Desem Waringin dalam sebuah seminarnya di Surabaya, tapi “masuk akal” sembari menepuk-nepuk kedua belah telapak tangannya dijidatnya yang diikuti peserta seminarnya.

Kalau Anda mau berbisnis apapun, jangan pergunakan teori yang muluk-muluk, pakailah ilmu yang sederhana yang paling bisa Anda jalankan, yaitu “jualan”! Sebaik apapun produk dan jasa Anda, apabila Anda tidak bisa jualan, maka bisnis Anda akan mati! Jadi, sambil jalan Anda lakukan tes dan ukurlah kinerja bisnis Anda. Jika Anda sudah menemukan track-nya, barulah Anda mempelajari teori-teori yang lain, misalnya akuntansi dan ilmu-ilmu lainnya, karena ilmu-ilmu tersebut memang akan Anda perlukan.

Bagaimana Anda bisa laku dalam menjual yang dapat dipercaya kepada target market Anda? Anda harus menyimak 12 Pilar Marketing yang digagas oleh sang penulis:

1. Public Relation, Publisitas atau Press Release

2. Referral

3. Endorsement

4. Advertising

5. Direct Mail

6. Direct Sales

7. Direct Agent

8. Host Beneficiary

9. Telemarketing

10. Joint Venture

11. Memberikan Seminar

12. Canvasing/Booth

Kedua belas pilar marketing ala Tung Desem Waringin ini sudah dipraktikkan sendiri oleh sang penulis, contohnya; ketika buku Marketing Revolution belum di launching, TDW menggunakan pilar pertama untuk memasarkan bukunya dengan mengundang para jurnalis untuk mengumumkan bahwa ia akan membuat “hujan uang senilai 100 juta rupiah”. Dan, pilar pertama terbukti sangat ampuh, karena mendapat liputan yang sangat luas dari media massa, baik didalam negeri maupun dari luar negeri dengan biaya “gratis”.

Sebuah strategi jitu yang sangat efektif dan efisien telah dibuktikannya, meskipun awalnya banyak mendapat tentangan dari berbagai pihak, namun TDW mau belajar dari semua kritik dan saran yang diterimanya, sehingga tindakannya dapat lebih focus pada hasil akhir yang gemilang.

Buku ini menarik untuk disimak, karena cukup mudah untuk dijalankan, terbukti banyaknya testimoni keampuhan jurus “marketing revolution” yang diterimanya dari berbagai kalangan yang telah mengaplikasikan jurus-jurus tersebut pada bisnisnya. Namun demikian, ada juga yang antipati terhadap TDW, karena ia dianggap merusak mainstream yang berlaku. Dalam sebuah seminar, seorang pembicaranya menjelekkan gaya pembicara TDW yang pakai lonjak-lonjak, penuh gerakan, penuh energy, penuh kegilaan… mendadak, fans TDW berdiri dan membelanya dan berbicara,”Apa yang salah, Pak dengan cara yang bersangkutan? Saya merasa cara itu lebih efektif daripada cara Bapak, karena sekarang saya ngantuk.” (hal.23).

Inilah marketing gila, karena ditawarkan dengan kegilaan, dan disambut dengan kegilaan penggemarnya yang telah membeli bukunya di hari pertama launchingnya telah terjual 35.000 copy.

Kalau pun ada kekurangan dari buku ini, barangkali soal harganya yang juga gila! Rp.195.000,- dan akan dinaikkan menjadi Rp. 300.000,- pada tanggal 15 Juli 2008. Gila nggak? he he he . . .

By Effendi BP

DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman. Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah. Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca. Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata. Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata. Tagline: Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *