Aku mengenang bukan untuk meratap Tapi, agar aku lebih tegar menatap!
Hari ini, 12 Mei 1998 Kukenang sebuah episode perjalanan kemanusiaan bangsaku: Bersama dengan seribu lebih meregang nyawa, empat manusia pilar masa depan negriku terenggut rohnya dengan sia-sia Dan tak terbilang penderitaan saudaraku yang lain, hingga detik ini masih menggelayut denyutnya
“Perjuangan pasti ada korban!”, kata mereka mencari pembenar “Omong kosong macam apa itu?”, nuraniku menggugat
Wahai, Sang Pemilik Kehidupan… kunaikan permohonan kehadirat-Mu bagi saudara-saudaraku yang tak diduniaku lagi; tempatkanlah mereka ditempat yang tak terjangkau lagi oleh kebiadaban. kuhunjukkan pula kehadapan-MU bagi mereka yang tak memiliki nurani lagi; giringlah mereka ke liang pertobatan, agar mereka mati untuk hidup lagi dalam kemuliaan-Mu.
Aku mengenang bukan untuk meratap Tapi, agar aku lebih bijak menatap!
DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman.
Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah.
Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca.
Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata.
Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata.
Tagline:
Hidup untuk menjadi berkat.