preloader



(Mengenang 40 hari wafatnya Gus Dur)

Gus…

Jejakmu bakal panjang diikuti

tidak berhenti pada pusara yang tertancap kebumi

karena titahmu selalu menusuk hingga ke ulu hati

yang menggugah hati melampaui dirimu sendiri

Gus…

Pahlawan hanya mati satu kali

karena sesungguhnya kau tak pernah meninggalkan kami

melekat mewarnai

menggubah hidup menjadi berarti

Gus…

Walau wujudmu tampak tak sempurna;

pikiran dan tindakamu sungguh bukan hal yang biasa,

keterbatasanmu mampu menjangkau segala sekat yang tak terhingga,

dan menjadi benteng paling tangguh bagi kaum teraniaya

Gus…

Provokatif dan nakal menjadi simbol gayamu

membuatku sulit memahami kecerdasanmu

menjebakku dalam kungkungan logika

lupa jika indra kebijaksanaan itu ada

Gus…

Aku rasa pergulatanmu bukanlah untukmu sendiri,

dan tahta yang kau ingini bukanlah tujuanmu pribadi

Karena kau tahu harus berlaku

Karena demikianlah panggilan hidupmu

Gus…

Ijinkan aku mendaraskan permohonan bagi dirimu kepadaNya!

(walaupun agamaku dan agamamu berbeda, tapi bukankah kita satu iman?)

Agar suluh yang kau bawa dalam perjalanan tetap menyala

Hingga kau sampai pada tahta yang kekal.

(Sidoarjo, 4 Pebruari 2010)

By Effendi BP

DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman. Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah. Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca. Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata. Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata. Tagline: Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *