Pekik kalian menghalilintar Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar
Allahu Akbar! Allah Maha Besar! Urat-urat leher kalian membesar meneriakkan Allahu Akbar Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian membakar apa saja yang kalian anggap mungkar
Allahu Akbar, Allah Maha Besar! Seandainya 5 milyar manusia penghuni bumi sebesar debu ini sesat semua atau saleh semua,tak sedikit pun akan mempengaruhi KebesaranNya Melihat keganasan kalian aku yakin kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
Bagaimana kau begitu berani mengatas-namakanNya ketika dengan pongah kau melibas mereka yang sedang mencari jalan menujuNya?
Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka tidak kalian biarkan saja Tuhan mereka yang menyiksa mereka. Kapan kalian mendapat mandat dan wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?
Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar.
Dan syirik yang paling akbar adalah mensekutukanNya dengan mempertuhankan diri sendiri
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri. Laa ilaaha illallah! Amin.
Note : Gus Mus ( KH. MUSTOFA BISRI adalah salah satu penerus cita2 Gus DUR ) Semoga sajak dari Gus Mus bisa memberikan kesadaran buat kita semua..
DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman.
Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah.
Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca.
Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata.
Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata.
Tagline:
Hidup untuk menjadi berkat.