preloader

Kemerdekaan, barangkali,
adalah sesuatu yang berjalan pelan
di antara langkah rakyat
yang masih belajar menjadi bebas
tanpa harus saling melukai.

Ia bukan suara meriam,
melainkan bisikan kecil
yang tumbuh di dada
setiap orang yang ingin hidup
tanpa dicurigai karena berbeda.

Kadang ia datang sebagai angin
yang menyibak tirai rumah sederhana,
mengantar harapan tentang
meja makan yang tak lagi kosong,
tentang upah yang cukup
untuk menyambung hari esok.

Kadang ia datang sebagai cahaya
yang menembus jendela sekolah,
mengajari anak-anak
bahwa toleransi bukan pelajaran,
melainkan cara memandang dunia
tanpa memilih siapa yang layak dihormati.

Dan sering kali,
kemerdekaan hanya duduk diam
di sudut-sudut kota,
menunggu kita berhenti bertengkar
tentang siapa yang paling benar
agar ia bisa tumbuh
tanpa harus meminta izin.

Rakyat tahu:
kemerdekaan belum selesai.
Ia masih berjalan pelan-pelan
di jalan berdebu,
di pasar yang riuh,
di hati yang kadang takut
untuk mengatakan apa yang sebenarnya.

Namun setiap pagi,
ketika matahari naik tanpa ragu,
kita kembali percaya
bahwa kemerdekaan adalah sesuatu
yang bisa kita menangkan
sedikit demi sedikit—
dengan keberanian yang tenang,
dengan toleransi yang lembut,
dengan kesejahteraan
yang akhirnya ingin tinggal
di rumah siapa pun.

—deneff

By eff

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *