preloader

luka ini belum juga hilang

masih membekas, dan tak elok dipandang

luka ini belum juga kering

ngilunya merusak emosi jiwa hingga garing

pagi ini luka ini kembali berulang

menyayat nyerinya bukan kepalang

menusuk uluhati hingga ubun-ubun

menggoyang tubuh terhuyung-huyung

semalam, anak lelakiku yang belum genap remaja

mendadak mencengkeram lengan ibunya dalam nyenyaknya

menenggelamkan wajahnya dibawah bantalnya

seakan wajah bengismu sudah dikelopak matanya

sekalipun aku bukan gambaran idealmu

tapi, kau tak harus membenciku

biarkan aku ambil jalanku, seperti kau meniti jalanmu

bukankah dermaga yang sama yang kita tuju?

janganlah kau kehilangan daya pesona dan persuasi kata-kata

hingga kau membabibuta begini rupa…

atas nama siapa lagi kemarahan ini kau persembahkan?

sekira Sang Maha yang hendak kau bela, bukankah Ia pasti Digdaya?

sekira yang merasa sang maha hendak kau junjung, mengapa mesti begini caranya?

atau jangan-jangan… ulah kau saja yang ingin naik surga dengan tiket murahan?

atau…

By Effendi BP

DenEff adalah nama pena dari X.L. Effendi Budi P., penulis esai, novel, refleksi sosial, dan karya-karya prosa liris yang berangkat dari kehidupan sehari-hari, ingatan keluarga, dinamika masyarakat, iman, kepemimpinan, dan perubahan zaman. Melalui ruang kreatif Membaca Zaman, DenEff menulis untuk menangkap denyut kecil kehidupan yang sering luput dari perhatian: percakapan di rumah, kegelisahan orang biasa, luka sosial, humor sehari-hari, serta nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh di tengah zaman yang terus berubah. Gaya menulis DenEff cenderung reflektif, liris, hangat, dan kontemplatif. Ia percaya bahwa tulisan tidak selalu harus berteriak untuk didengar. Kadang, kalimat yang pelan justru lebih lama tinggal di hati pembaca. Selain menulis karya sastra dan esai, DenEff juga banyak mengolah tema kepemimpinan, keluarga, pelayanan, spiritualitas, dunia kerja, dan budaya produktif. Pengalaman panjangnya dalam pelayanan paroki, dunia usaha, serta pendampingan keluarga muda Katolik memberi warna khas pada tulisan-tulisannya: membumi, manusiawi, dan dekat dengan persoalan nyata. Bagi DenEff, menulis adalah cara sederhana untuk merawat ingatan, membaca tanda-tanda zaman, dan membagikan berkat melalui kata-kata. Tagline: Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *