preloader

Ibu, anakmu bukanlah rumput cukup disiram dan tumbuh begitu saja

Ibu, anakmu bukanlah bola yang bisa ditendang kesana kemari.

Ibu, anakmu bukanlah boneka mainan untuk memuaskan diri.


Ia adalah manusia yang di waktu malam hanya bisa menangis,

karena engkau berlaku bengis.


Ingatlah, hai Ibu…

Anak tidak pernah minta untuk dilahirkan,

tapi engkaulah yang menghadirkan dalam permainanmu!

Maka;

jagalah anakmu,

bimbinglah dia hingga tujuan,

berkatilah hidupnya dengan kasih sayangmu.

Jangan sampai engkau disebut;

Ibu yang bukan ibu!

(effendi bp, 22 september 1982)

By DenEff

DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *