preloader

Sudah jamak orang percaya bahwa mengkonsumsi makanan yang seimbang dapat memberi semua vitamin dan mineral yang diperlukan untuk kesehatan tubuh kita, agar senantiasa prima. Seharusnya demikian. Tetapi, kenyataannya sangat berbeda, terdapat banyak sebab mengapa tambahan vitamin diperlukan dalam kehidupan di abad ke- 21 ini. Mengkonsumsi vitamin merupakan satu cara yang sehat untuk mengoptimalkan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. Dengan catatan, kita harus mematuhi petunjuk yang terdapat di label produk tersebut tentunya.



Tidak berbeda dengan tubuh kita yang memerlukan vitamin, pikiran dan jiwa kita pun memerlukan vitamin juga. Wah ada-ada saja… demikian komentar beberapa kolega saya ketika saya memaparkan hal ini.



Seringkali kita tidak menyadari akan hal itu, contohnya; ketika Anda mengalami “bad mood”, umumnya emosional diri Anda juga terganggu alias tidak ada motivasi alias “malas” untuk beraktivitas, bukan?



Nah, jika hal itu sedang melanda diri Anda, itu artinya Anda perlu vitamin untuk bisa men-charge kembali battery pikiran dan jiwa Anda agar bisa segar kembali. Ketika Anda sedang membutuhkan vitamin untuk pikiran dan jiwa Anda, Anda bisa datang kepada sahabat, orang tua atau orang bijak yang Anda percayai bisa membantu Anda.



Hidup diabad 21 ini, semuanya sudah serba mudah, praktis dan harganya jauh lebih murah, serta kapan pun Anda mau. Ketika Anda membutuhkan vitamin bagi pikiran dan jiwa Anda, Anda bisa meminta jasa para motivator yang Anda kenal, hanya dengan mengirimkan pesan melalui sms dari HP Anda.



Satu diantara produk yang saya kenal adalah MOTIVITAMIN, produk dari motivator dan penulis buku-buku bestseller “Johanes Ariffin Wijaya”. Jika Anda ingin mencoba ramuan beliau silakan ketik: REG MOTIVITAMIN, kirim ke 6768. Taripnya cuma Rp.1.000,- per sms, murah bukan? “Dijamin akan meledakkan motivasi hidup Anda”, begitu ujar beliau kepada saya.



Selamat mencoba!

By DenEff

DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *