tersenyum sendirian tanpa sebab?
sedang tersenyum sendirian tanpa sebab, bayi tersebut sedang “kumaranan.” Bayi
tersebut dipercaya sedang “bermain-main” dengan Hyang Kumara (dewa pelindung
bayi). Kepercayaan itu membawa para orangtua yang mempunyai anak bayi yang berumur
antara satu sampai enam bulan selalu melakukan pemujaan kehadapan Dewa Kumara. Sebab
bila tidak dilakukan, diyakini bayinya akan sering rewel.
murni, yang tidak tercemar emosi maupun ego.
layaknya bayi? dapat dipastikan hal
tersebut sulit dilakukan. Kendati demikian, Dr. Madan Kataria, pakar terapi
tawa kelahiran India, pernah menyatakan, “Anda
bisa tertawa dengan mudah jika Anda mempunyai hati kanak-kanak yang penuh cinta
dan kepolosan.”
sebagai “anak kunci” pembuka pintu sukses dalam berelasi dengan orang lain
adalah “senyuman”. Begitu kuatnya
senyuman, sehingga sebuah senyuman bisa memudarkan kebencian menjadi kasih
sayang bahkan bisa membuat lawan menjadi kawan.
penghias bibir saja, tapi mengandung kekuatan yang luar biasa yang tak terduga,
bukan?
Semua kejadian selalu memberi hikmah seperti kisah-kisah yang diceritakan
pada posting sebelumnya, maka jika Anda belum mampu menyelesaikannya, hanya ada satu jalan yang
meringankan yaitu, tersenyumlah !
