preloader

Proklamasi sudah melintas panjang
teriakan merdeka mulai terasa makin perlahan menghilang
seperti gemerincingnya canang

Tak perlu lagi pekik “Merdeka!”

Para penjajah toh sudah lama tiada
Jangan lagi basa basi hingga mulut berbusa

Menutup cecapan darah sebangsa

Pekikkan “ganyang koruptor!”

Perangi tabiat tak ambil perduli
Para gali yang senang bercanda dengan korupsi
Ingat, kau tak mungkin hidup seribu tahun lagi!

(malam tirakat, 16 Agustus 2012. 23:26)

By DenEff

DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *