
Banyak brand tidak jatuh karena produknya buruk.
Mereka jatuh karena terlambat membaca perubahan.
Perubahan itu jarang datang dengan suara keras.
Ia biasanya muncul lebih dulu sebagai tanda-tanda kecil:
– cara orang bertanya mulai berubah,
– selera mulai bergeser,
– cara membandingkan mulai berbeda,
– dan yang dulu dianggap penting, perlahan mulai kehilangan daya.
Sayangnya, banyak bisnis baru sadar setelah dampaknya terasa.
Padahal brand yang kuat biasanya bukan hanya pandai menjual hari ini.
Mereka juga peka terhadap arah esok hari.
Mereka tidak cuma bertanya:
“apa yang laku sekarang?”
Mereka juga bertanya:
“apa yang sedang berubah, meski belum ramai dibicarakan?”
Bagi saya, di situlah salah satu inti marketing yang sebenarnya.
Bukan sekadar promosi.
Tetapi kepekaan membaca tanda.
Saya sedang menulis seri pendek tentang Membaca Zaman. Kalau ini menarik, saya lanjutkan.
www.deneff.my.id