Menakjubkan sekali parasmu
Komposisi warnamu membuat iri setiap hati pelukis.
Sayang,
kau bunga orang gedongan,
bukan suntingan si gadis jelata.
(effendi bp, 19 maret 1982)
Menakjubkan sekali parasmu
Komposisi warnamu membuat iri setiap hati pelukis.
Sayang,
kau bunga orang gedongan,
bukan suntingan si gadis jelata.
(effendi bp, 19 maret 1982)
DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.