preloader

Sore ini,

matahari berwarna lembayung

ketika orang-orang bergegas dalam langkah

menuju altar Sang Pahlawan;

untuk mempersembahkan kepentingan,

demikian juga diriku


Seret langkah para jubah mengawal prosesi

memecah senyap dalam gelap setiap hati

yang menanti setitik cahaya


Engkau sudah berkorban;

seperti benih yang harus mati agar bisa hidup

kuatkah aku, wahai Pahlawanku?

menyibak jalan-jalan panjang ziarah ini

Maafkan aku,

jika hatiku bimbang dan ragu

(sabtu suci, 22032008)

By DenEff

DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *