preloader

Beberapa hari kemudian, Darma menerima telepon dari seorang kerabat.

“Anak perempuanmu sudah isi belum?”

Darma terdiam sebentar.

Pertanyaan itu terdengar ringan.

Tetapi ia tahu, bagi anaknya, pertanyaan seperti itu mungkin tidak seringan kedengarannya.

“Belum,” jawab Darma.

“Lho, sudah berapa tahun menikah?”

Darma menarik napas.

“Setiap keluarga punya waktunya sendiri.”

Di seberang sana, suara itu tertawa kecil.

“Ya, tapi orang tua kan ingin punya cucu.”

Darma tersenyum tipis.

“Iya. Tapi keinginan orang tua tidak boleh menjadi beban anak.”

Malamnya, Darma menceritakan itu kepada Mpu Sabak.

Mpu Sabak mendengarkan tanpa menyela.

Lalu ia menunjuk biji mangga yang masih tergeletak di meja.

“Darma, mangga dan rambutan sama-sama berbuah.”

“Ya.”

“Tapi tidak pada bulan yang sama.”

Darma menunduk.

Mpu Sabak melanjutkan:

“Cinta yang dewasa tidak memaksa musim.”

“Ia merawat pohon.”

Di halaman kosong, Darma akhirnya menaruh satu kalimat:

“Aku ingin belajar mencintai anak-anakku tanpa menjadikan harapanku sebagai kalender bagi hidup mereka.”

Di luar, malam tetap tenang.

Dan di dalam hati Darma, ada satu harapan yang perlahan belajar menjadi doa.

By DenEff

DenEff—nama pena dari X.L. Effendi Budi P.—menulis seperti seseorang yang berjalan pelan di tepi zaman, memunguti serpihan cerita yang jatuh dari meja kehidupan: tawa yang tertahan, luka yang tak sempat dirawat, doa yang tak bersuara, dan ingatan keluarga yang terus memanggil pulang. Ia percaya bahwa kata-kata adalah lampu kecil: tidak mengusir seluruh gelap, tetapi cukup untuk menemukan jalan pulang. Dalam setiap esai, novel, dan prosa lirinya, DenEff menenun humor halus, keheningan batin, dan tanda-tanda zaman menjadi jalinan yang menghangatkan manusia. Menulis baginya adalah ibadah sunyi—cara merawat memori, meneguhkan sesama, dan menghadirkan berkat dalam bentuk paling sederhana: sebuah kalimat yang tinggal lama di hati. Hidup untuk menjadi berkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *