Mpu Sabak – BAB 24 Bangku Ketiga
Hari Minggu pagi. Seperti biasa, Darma dan istrinya berangkat ke gereja. Mereka datang tidak terlalu…
Baca Lebih Lanjut
Hari Minggu pagi. Seperti biasa, Darma dan istrinya berangkat ke gereja. Mereka datang tidak terlalu…
Baca Lebih LanjutMalam itu Darma mengambil kalender lama dari laci meja. Banyak tanggal yang dulu ia lingkari.…
Baca Lebih LanjutBeberapa hari kemudian, Darma menerima telepon dari seorang kerabat. “Anak perempuanmu sudah isi belum?” Darma…
Baca Lebih LanjutKeesokan malam, Darma duduk lebih tenang. Luka itu belum selesai. Tetapi ia tidak lagi duduk…
Baca Lebih LanjutSahabat pembaca DenEff, Untuk menemani perjalanan membaca novel reflektif MPU SABAK — Setelah Pukul Delapan…
Baca Lebih LanjutAda masanya orang rela membayar mahal untuk mengikuti seminar motivasi. Gedung-gedung penuh. Orang datang membawa…
Baca Lebih LanjutAda buku yang laris karena isinya rumit.Ada buku yang laris justru karena kalimatnya sederhana. The…
Baca Lebih LanjutMalam itu Darma tidak langsung tidur. Kalimat yang baru saja ditulisnya masih terbuka di atas…
Baca Lebih LanjutMalam itu Darma tidak langsung menjawab. Ia menutup buku catatan perlahan. Seolah-olah dengan menutupnya, nama…
Baca Lebih LanjutKeesokan harinya, Darma membuat daftar. Bukan daftar pekerjaan. Bukan daftar rapat. Bukan daftar iuran alumni.…
Baca Lebih Lanjut